Barang apa yang selalu teknimos bawa kemana-mana? Selain dompet, mungkin ponsel adalah salah satunya.  Gadget ini adalah benda yang banyak menemani aktifitas sehari hari orang saat ini.  Data data pribadi, jadwal harian, dokumen hingga foto-foto pribadi bisa disimpan disini, membuatnya wajib untuk dibawa kemana-mana.

Karena banyak dibawa, banyak perpindahan, maka makin besar juga kemungkinan ponsel yang kita punya mengalami kejadian buruk. Misalnya terkena air hujan, tercuci atau jatuh dari tempat tinggi. Ponsel sendiri saat ini adalah bentuk implementasi teknologi yang canggih, perangkat yang banyak mengintegrasikan fungsionalitas yang dulunya memerlukan perangkat terpisah. Tapi secanggih-canggihnya, perangkat ini tetap mudah rusak oleh faktor eksternal.

Menyakitkan jika ponsel yang biasa menemani kerja, rusak karena tidak sengaja terjatuh ke permukaan keras, atau terkena tumpahan air. Selain kehilangan uang untuk perbaikan atau beli baru, data-data didalamnya juga terancam hilang. Kadang walau pengguna sudah berhati-hati, kejadian seperti itu tetap tidak bisa diprediksi. Teknimos pernah mengalami?

Ponsel yang tangguh bisa jadi solusi semua ini. Yakni Ponsel yang tidak perlu kita kuatirkan ketika dipakai ditengah hujan atau digunakan ketika mandi. Ponsel yang bisa bertahan dari kerusakan bahkan lecet ketika terjatuh dari tempat tinggi. Ponsel yang bisa digunakan untuk mengambil foto dan video dalam air tanpa alat tambahan.

Kelihatanya menyenangkan bukan?  Teknimo memprediksi, beberapa tahun kedepan ponsel tangguh akan menjadi fitur standar pada setiap smartphone. Bahkan mungkin setiap produk elektronik yang kita gunakan. Apa dasar Teknimo mengatakan ini? Tentu bukan hanya karena permintaan pasar, namun perkembangan teknologi saat ini menuju kearah itu. Dan dengan melihat persaingan ketat antara produsen smartphone,  mungkin tren ini lebih dekat dari yang kita bayangkan.

Tunggu? Ponsel Macam Ini Sudah Banyak

Ericsson 310

Sejak  dikembangkannya telepon seluler, selalu ada tipe-tipe  ponsel yang memang dirancang memiliki daya tahan tinggi.  Misalnya Ericsson R250 dan R310, dilengkapi oleh casing tebal untuk menahan benturan dan tahan percikan air. Ponsel-ponsel masa kini juga banyak yang dirancang khusus untuk daya tahan, beberapa memang mengorbankan tampilan fisik. Komponen tambahan untuk ketahahanan itu membuatnya terlihat lebih besar, berat dan tebal.  Walau memang tangguh, tapi kurang sesuai untuk penggunaan normal.

Contohnya adalah Caterpillar CAT B10, yang memang dirancang khusus untuk berada dimedan berat. Ponsel ini dibuat oleh produsen yang juga memproduksi mesin-mesin konstruksi, yakni Caterpillar. 

Ada juga produsen yang secara khusus memproduksi ponsel yang tahan banting. Mungkin teknimos tidak terlalu sering mendengarnya. Nama produsen ini adalah Sonim. Ponsel-ponsel Sonim dibuat untuk orang yang bekerja di lingkungan ekstrim. Dengan ponsel Sonim, mereka tetap bisa berkomunikasi kapanpun dalam kondisi apapun.

Ponsel Buatan Caterpillar

Sonim

 Apakah ponsel-ponsel tersebut masa depan? Tentu saja bukan

Ponsel tersebut bukanlah ponsel masa depan yang diperkirakan oleh teknimo. Sonim dan Caterpillar bukan membuat ponsel masa depan, namun membuat ponsel untuk mengakomodasi orang-orang dengan kebutuhan khusus, yang bekerja di kondisi ekstrim, yang tidak bisa ditangani oleh ponsel biasa.

Namun, tidak hanya orang-orang berkebutuhan khusus yang memerlukan ponsel tangguh, pengguna biasa juga. Karena kejadian buruk ponsel bisa terjadi oleh siapapun. Tapi tentunya mereka tidak mau memiliki ponsel dengan ukuran besar dan berat bukan? Ponsel tangguh masa depan disini secara fisik tetap terlihat stylish, tanpa ada proteksi tambahan yang menambah bobot dan ukuran.

Untungnya beberapa produsen, seperti Sony, Motorola dan Samsung mampu memproduksi ponsel yang dirancang tahan rendaman air, debu dan benturan, namun tetap mampu mempertahankan tampilan fisik yang cantik, ringan dan tipis.  Contohnya adalah Samsung Rugby Smart,  Galaxy Xcover, Motorola Defy, Xperia GO,   Xperia Active dan Xperia Z.

Xperia GO

Xperia Z merupakan produk terbaru dari Sony yang diperkenalkan pada event CES tahun ini. Menurut Sony, ponsel ini bisa bertahan di air pada kedalaman 1 meter selama 30 menit. Walau daya tahannnya tidak sekuat Cat B10, ponsel-ponsel ini menjadi awal adanya ponsel tangguh untuk pasar luas.

Belum semua ponsel memiliki kemampuan yang dimiliki ponsel-ponsel khusus ini. Tapi nantinya, kemampuan ini akan menjadi fitur wajib pada setiap ponsel yang kita beli. Apa saja teknologi pendukungnya? Simak di bagian selanjutnya.

Teknologi Pendukung

Komponen internal ponsel bisa lebih tahan benturan dari laptop karena beberapa alasan. Pertama adalah hanya ada sedikit bagian bergerak diponsel dan yang kedua, ponsel lebih ringan, sehingga momentum benturannya lebih kecil.

Komponen internal ponsel

Jadi tidak perlu heran jika ponsel tetap baik-baik saja walau sudah terjatuh berkali-kali. Namun komponen internal tiap tipe ponsel juga memiliki daya tahan berbeda-beda, ada yang lebih mudah rusak, ada yang tangguh. Dan ini biasanya tergantung harga, ponsel mahal seperti Apple, Sony tentunya komponen internalnya lebih awet dibanding merek lokal.

Untuk menciptakan komponen internal yang tangguh, bisa dicapai dengan meningkatkan kontrol kualitas dan pemilihan material yang tepat. Dapat juga dengan meminimalkan jumlah komponen terpisah. Karena sambungan antar komponen biasanya rawan rusak. Tentunya untuk smartphone premium, engineer-nya sudah melakukan yang terbaik untuk meningkatkan daya tahan komponen internal.

Masalah lainnya adalah material pembentuk casing ponsel itu sendiri. Makin kuat pelindung luar, makin terlindung pula komponen internal ponsel. Produsen melakukan pendekatan yang berbeda-beda terkait masalah material ini. Ada yang menggunakan polycarbonate, plastik, karet, besi, hingga alumunium untuk bahan utama pembentuk casing. Masing-masing mempunya nilai lebih kurangnya sendiri.

Memperkenalkan : Graphene

Saat ini mungkin produsen masih terjebak pada material seperti plastik, alumunium dan sebagainya untuk pelindung ponsel. Memang cukup untuk menahan benturan ringan, namun tidak cukup kuat dibanding besi atau casing tebal yang digunakan oleh Caterpillar.

graphene

Tapi terima kasihlah kepada Graphene, material yang ringan, tipis, tahan benturan dan tahan air. Dan dengan kelebihannya itu, tidak membutuhkan waktu lama hingga umum digunakan secara umum oleh ponsel.

Graphene merupakan atom-atom karbon murni yang membentuk rangkaian hexagonal. Material ini kuat dan tahan lama, serta menghantarkan listrik lebih baik daripada tembaga. Kekuatannya juga lebih baik dibanding besi dan memiliki elastisitas yang tinggi.

Material ini tidak hanya berpotensi menjadi  pelindung luar, namun bisa menggantikan komponen internal ponsel. Selain membuat ponsel lebih tipis, tahan air, tahan benturan, material ini juga bisa membuat ponsel bisa dilengkungkan.

Hanya masalahnya, saat ini, biaya pembuatan graphene masih terlalu tinggi untuk diproduksi massal. Selain itu, graphene belum bisa menggantikan silicon sepenuhnya. Namun ini tidak menghentikan produsen seperti Samsung, Nokia dan IBM untuk berinvestasi mengembangkan material ini.

Teknimos bisa membaca lebih lanjut tentang graphene di artikel bbc ini.

Kaca Pelindung Layar

Untuk layar, banyak produsen yang menggunakan kaca Gorilla Glass untuk ponsel high end-nya. Gorilla glass memang sudah cukup kuat untuk penggunaan sehari-hari, ponsel tidak terlalu mengalami kerusakan berarti jika jatuh dari ketinggian sekitar 1 meter. Namun kaca ini tetap mempunyai batas hingga dia bisa pecah.

Kaca Kuat

Tapi Corning, perusahan yang membuat Gorilla Glass, terus melakukan inovasi. Membuat kaca produksinya makin kuat dan lentur. Jadi tidak menutup kemungkinan suatu saat kaca yang digunakan pada ponsel makin sulit dihancurkan. Memang tidak semua produsen ponsel menggunakan kaca dari Corning, beberapa mengembangkan materialnya sendiri. Namun semuanya  menuju output yang sama, yaitu kaca yang makin kuat.

Pelindung Dari Air

Selain tahan benturan, ponsel tangguh juga mesti tahan air. Benda elektronik dikenal sebagai benda yang paling anti dengan air. Karena jika komponen internalnya bersentuhan dengan air atau kelembabab, bisa menimbulkan kerusakan yang fatal. Karena sifat zat terlarut dalam air yang menghantarkan listrik, membuat komponen internalnya mengalami konsleting.

Ini bisa dicegah dengan mencegah air menyentuh komponen listrik diponsel.  Ponsel-ponsel tangguh yang disebutkan diatas mempunyai mekanismenya sendiri untuk mencegah masuknya air. Walau memang masih ada kemungkinan air meresap kedalam, namun sudah cukup memberikan perlindungan cukup baik ketika ingin menggunakan ponsel dikamar mandi.

Pelindung dari air mungkin bisa berbentuk seperti kotak kaca besar,  tapi  tentunya lebih elegan jika sudah terintegrasi dengan casing luar.

Masih Menunggu

Saat ini teknimos bisa memilih untuk mendapatkan ponsel tangguh atau biasa-biasa saja. Namun masih membutuhkan waktu hingga semua ponsel yang dibeli dilengkapi dengan kemampuan ini. Bagaimanapun saat ini, ada pengorbanan jika kita ingin membeli ponsel tangguh, misalnya harganya yang mahal atau spesifikasi hardware yang tidak terlalu tinggi.

Bagaimanapun, ide ini hanyalah prediksi dari Teknimo, bisa tepat atau dapat juga tidak. Teknimos setuju dengan ide ponsel tangguh ini? Silahkan share disini….