street-view-topMasih ingat dengan ‘keributan’ yang dibuat Apple Maps beberapa bulan lalu? Apple yang mencoba untuk menggantikan Google Maps di IOS 6 dengan aplikasi Maps buatannya sendiri. Namun hasilnya tidak sesuai harapan. Saat pertama diluncurkan Apple Maps masih belum sesempurna Google Maps. Masih banyak kesalahan, seperti tampilan jalan dan gedung yang kacau, petunjuk arah yang menyesatkan dan peta yang kurang lengkap. Banyak mendapat kritikan, Apple akhirnya mengambil langkah yang jarang dilakukan sejak era Steve Jobs : Minta maaf ke publik.

Mungkin Teknimos sudah sering mendengar kisah itu. Ketidaksempurnaan ini membuat Apple Maps sempat menjadi bulan-bulanan media online. Tapi tentunya Apple tidak tinggal diam. Setelah permintaan maaf tersebut, Apple Maps terus disempurnakan. Walau belum sebaik Google Maps, tetapi sudah lebih baik dibandingkan saat pertama kali diluncurkan.

Perlu diingat juga, Google Maps sudah dikembangkan Google bertahun-tahun bersama dengan kontribusi data dari penggunanya. Dan Apple Maps baru diluncurkan Apple tahun lalu, jadi wajar jika masih belum mampu menandingi Google Maps.

Fitur Yang Mirip Dengan Street View

Salah satu langkah penyempurnaan yang dilakukan Apple kabarnya adalah layanan yang mirip dengan street view milik Google.  Street View merupakan layanan di Google Maps yang memungkinkan kita untuk menelusuri berbagai jalan dan landmark di penjuru dunia, termasuk Grand Canyon dalam bentuk gambar panorama 360 derajat.

Ada indikasi Apple Maps akan ditambahkan fitur semacam itu, namun sedikit berbeda. Indikasi ini berasal dari langkah Apple yang sudah mematenkan mekanisme yang berjudul “3D Position Tracking for Panoramic Imagery Navigation“, atau jika dialih bahasakan adalah “Pelacakan Posisi 3 Dimensi untuk Navigasi Gambar Panorama”. Paten ini berisi tentang bagaimana menambahkan fitur street view ke dalam aplikasi Apple Maps.

Street View dari Google saat ini hanya bisa menampilkan peta dari titik tertentu, dan dari titik itu pengguna melihat bisa melihat area sekitarnya. Untuk melihat area lainnya, misalnya melihat apa yang ada di balik tikungan jalan, pengguna mesti berpindah titik terlebih dahulu. Ini bisa jadi pengalaman membosankan untuk pengguna perangkat genggam ketika ingin menelusuri jalanan kota tetangga.

Milik Apple Lebih Canggih?

Penemuan Apple yang dipatenkan adalah tentang sistem pelacakan posisi dan pemanfaatan sensor di dalam perangkat. Sistem ini memungkinkan Apple Maps untuk menelusuri suatu lokasi secara virtual dalam bentuk gambar panorama. Dan fitur yang menarik disini adalah, gambar virtual akan bergerak ke depan atau ke belakang, sesuai dengan  gerakan perangkat secara fisik.

Bayangkan kita memegang smartphone yang dilengkapi dengan fitur ini di jalan. Ketika bergerak  ke ujung jalan, gambar panorama di smartphone juga bergerak mengikuti ke ujung jalan, ketika kita berbelok ke jalan lainnya, gambar panorama juga ikut berbelok.

Ingat saat Apple mengakuisisi Wi-fi Slam? Sebuah perusahaan startup pelacakan lokasi secara indoor. Mungkin fiturnya akan digunakan di Street View Apple. Karena navigasi ini juga akan mendukung panorama dalam ruangan.

6a0120a5580826970c017d42879a2a970c-800wi

Ilustrasi dari website Patently Apple yang menggambarkan street view apple bekerja

Untuk lebih jelasnya, perhatika gambar diatas. Gambar 1A menggambarkan antarmuka awal ketika memasuki mode street view. Mode ini bisa dimasuki dengan beberapa cara. Contohnya dengan cara klik icon di peta, atau dengan memperbesar tampilan peta hingga masuk street view.

Gambar 1B menunjukan pengguna sudah berbelok memasuki jalan Broadway, dan ada dua gedung disana. Ketika menampilkan gedung, ada informasi nama gedung disana dalam bentuk gelembung teks. Ketika pengguna maju ke depan, tampilan street view juga ikut maju, dan muncul informasi nama gedung yang berada di depan, seperti terlihat pada Gambar 1C.

Fitur yang dipatenkan Apple ini menjadi pembeda antara street view milik Google dengan Apple. Namun mungkin akan menjadi langkah panjang bagi Apple untuk bisa ‘menyusul’ dari Google Maps. Yang pasti, keduanya akan terus bersaing untuk menjadi lebih baik. Kita sebagai pengguna, tinggal memilih mana layanan yang paling cocok untuk kebutuhan kita. Setuju, Teknimos?

Untuk informasi lebih lanjut, bisa mengunjungi artikel aslinya di website Patently Apple.