6c5744378adcfded441aedc4f434ff48_large[1]

Sebelumnya Teknimo pernah beberapa kali membahas proyek software dan hardware yang mendapatkan pendanaan Kickstarter. Seperti Printer 3D, Ad Trap, Tanaman bercahaya dan Fuel. Ghost juga merupakan salah satu proyek  yang sukses mendapat dana dari kickstarter. Sebenarnya ada banyak aplikasi CMS (Content Management System) yang ditujukan untuk blogging, misalnya Drupal, Blogger.com, dan WordPress.

Tidak perlu dipertanyakan lagi, pemimpin utama CMS untuk blogging adalah WordPress. WordPress banyak digunakan oleh Website media baik kecil maupun besar. Awalnya WordPress dibuat untuk blog, namun saat ini WordPress dapat digunakan untuk membuat berbagai jenis Website mulai dari toko online hingga Website perusahaan besar.

Fungsionalitasnya yang bertambah membuat WordPress makin kompleks. Kebanyakan blogger hanya ingin fokus pada aktivitas membuat dan mengelola konten. Banyak fitur yang sebenarnya tidak krusial bagi blogger, namun disertakan pada WordPress.

Hal inilah yang mendasari John O’Nolan, seorang mantan wakil kepala WordPress UI Group untuk membuat Ghost. Dibantu rekannya Hannah Wolfe, O’Nolan membuat sebuah CMS yang difokuskan untuk publikasi artikel. Menurutnya, saat ini ada dua macam alat untuk mengelola blog. Yang pertama adalah CMS yang memiliki semua fungsi dan bisa melakukan banyak hal, dan lainnya adalah social network yang cukup bagus untuk membagi foto-foto kucing, namun terlalu sederhana untuk kegiatan blogging.

Berbeda Dengan Kompetitor

Ghost berbeda dengan kompetitornya. O’Nolan memfokuskan aplikasi ini hanya untuk kegiatan publikasi konten, bukan manajemen konten seperti WordPress atau Joomla. Dengan batasan ini, antarmuka pengguna dan interaksinya dimaksimalkan pada konten.

Sebagai contoh, halaman untuk editing konten memenuhi semua bagian layar. Dibagi menjadi dua kolom, yang satu adalah tempat untuk menulis dalam format markdown dan sebelah kanan adalah preview tampilan. Fungsionalitas secara keseluruhan sangat sederhana dan dukungan fungsi belum lengkap. Misalnya seperti belum tersedianya dukungan lebih dari satu pengguna. Namun karena versi terbilang baru, fitur-fitur pelengkap untuk blogging mungkin akan ditambahkan pada rilis selanjutnya.

1bcfb49b1f869d411f6e5ec8182ffe83_large

Fitur Editing pada Ghost

 

Seperti WordPress, Ghost bersifat open source dan nantinya kodenya akan tersedia layanan code hosting Github. Saat artikel ini ditulis, Ghost baru diluncurkan untuk pengguna terbatas, hanya untuk mereka yang memberi sumbangan di Kickstarter.  Pendanaan melalui Kickstarter cukup sukses, dana yang terkumpul hampir mencapai hampir 8 kali lipat dari target awal.

Dukungan Untuk Banyak Perangkat

Dari awal perancangan, Ghost difokuskan agar bisa digunakan secara mulus pada banyak perangkat. Mulai dari smartphone hingga perangkat dengan layar besar. Tampilan responsif, ukuran juga disesuaikan ukuran layar perangkat. Jadi tidak masalah jika Teknimos sedang ada di jalan dan muncul ide menulis, Teknimos bisa menulis cepat menggunakan smartphone untuk menulis dan melanjutkannya di tablet atau PC  ketika tiba di rumah.

Responsif, cocok untuk semua perangkat

Responsif, cocok untuk semua perangkat

Node.JS

Saat sebagian besar CMS lain menggunakan bahasa pemrograman PHP, Ghost dikembangkan pada platform Node.JS dan framework Express. Node.JS merupakan  salah satu platform aplikasi untuk membuat aplikasi server yang tangguh dengan javascript. Sedangkan Express adalah framework untuk mengembangkan  aplikasi Web berbasis Node.JS.

Database yang digunakan adalah SQL-Lite. Ghost juga menggunakan beberapa tambahan beberapa teknologi open source lain untuk menangani tema dan internasionalisasi.

Tidak Hanya CMS Opensource

Pembuat Ghost mengatakan bahwa aplikasi ini berfisat non-profit, artinya mereka tidak akan membuat orang membayar untuk menggunakan Ghost. Namun tentunya membutuhkan banyak dana untuk mengembangkan aplikasi ini.

Sementara itu, tidak semua blogger ingin direpotkan dengan urusan hosting, domain dan sebagainya. Karena itulah, layanan seperti WordPress.com, Tumblr, dan layanan blog hosting lainnya sangat populer di kalangan blogger.

O’Nolan juga ingin mengembangkan platform serupa yang berbasiskan CMS Ghost. Pendekatan yang sama seperti yang dilakukan WordPress. Dengan model ini, diharapkan Ghost akan tetap mendapatkan dana pengembangan.

Saat ini mungkin Ghost belum cocok untuk pengguna biasa. Beberapa setting harus diubah langsung dengan cara merubah kode. Tema dan plugin juga belum banyak (atau mungkin belum ada).  Namun nantinya, membuat blog dengan Ghost semudah mendapat di layanan blogger.com.

e54c90dad5f9f998fea988663f5d1a6e_large

Halaman Pengaturan

 

Akhir Kata

Tentunya Ghost bukan satu-satunya CMS yang ada. Sulit membayangkan dominasi WordPress akan memudar dalam waktu dekat ini. WordPress saat ini digunakan oleh 18% Web yang ada di internet. Begitu juga CMS lain yang sudah matang, seperti Drupal, Joomla, dan sebagainya.

Namun Ghost memberi angin segar pada dunia CMS, terutama mereka yang fokus pada publikasi online. Prinsip kesederhanaan yang banyak dibutuhkan oleh pengguna  benar-benar diterapkan pada Ghost. Penggunaan Node.JS juga membuat aplikasi menjadi lebih interaktif dibanding aplikasi Web konvensional. Ini membuat Ghost mempunyai peluang untuk sukses dan banyak digunakan sebagai pilihan aplikasi blogging.

Bagaimana menurut Teknimos?

Untuk mendapatkan informasi lebih jauh, dapat dengan mengunjungi website resmi Ghost.