mit-m-block-2-1380889099[1]

Teknimos pernah menonton film Terminator II? Dalam film tersebut, tokoh antagonis merupakan robot yang dapat merubah bentuknya menjadi apapun. Merubah wajah, merubah tangan menjadi pedang, bahkan dapat berubah menjadi cairan dan mengalir ke celah-celah sempit. Mungkin banyak yang berpendapat bahwa robot seperti itu tidak mungkin ada. Tapi tunggu, saat ini robot yang dapat mengatur dirinya sendiri dan mampu berubah bentuk sudah ada. Meski belum mampu mengalir seperti cairan, namun robot ini tetap menarik untuk dibahas.

M-Blocks

Desain robot yang diberi nama M-Blocks ini sudah ada sejak tahun 2011. Robot ini berbentuk kubus, tanpa ada alat gerak eksternal seperti roda atau tungkai. Kubus ini dapat bergerak, melompat, berguling, dan memanjat kubus lainnya. Beberapa kubus saling menempel dan posisinya dapat berpindah-pindah untuk menciptakan bentuk tertentu.

“Sederhana”

Dari penampilannya, robot ini nampak sederhana. Seperti yang Teknimos lihat pada gambar, tidak ada bagian bergerak yang terlihat. Namun robot ini memiliki kemampuan untuk melakukan sejumlah gerakan. Pergerakan kumpulan kubus ini membentuk formasi tertentu yang bisa diubah-ubah.

Kemampuan bergerak M-Blocks didapat dari roda yang dapat mencapai 20 ribu putaran per menit. Ketika roda tiba-tiba dihentikan, momentum angular yang berasal dari putaran roda akan membuat gerakan pada kubus. Ini yang membuatnya mampu melompat.

Untuk menyatukan tiap modul M-Blocks, digunakan magnet yang terletak di masing-masing sisi kubus. Dengan magnet ini, kumpulan kubus bisa saling menempel dan berpindah-pindah dari satu kubus ke kubus lainnya. Desain magnet juga dirancang agar kubus bisa memiliki ruang gerak yang fleksibel, namun tetap menempel pada kubus lainnya.

Cara bagaimana M-Blocks ini berpindah, bisa Teknimos lihat pada video berikut :

Masih Perlu Diperkecil

Produk ini masih dalam  tahap sangat awal, bahkan belum siap untuk dijadikan produk komersial. Pengembangan lanjutan masih perlu dilakukan. Salah satu pengembangannya adalah membuat tiap kubusnya sekecil mungkin. Dengan ukuran yang ada saat ini, M-Block belum terlalu berguna untuk kehidupan sehari-hari. Dengan ukurannya yang kecil, akan membuat kumpulan kubus bertindak seperti tokoh di Terminator II.

20131002171409-0

komponen internal M-blocks

Oke, mungkin tidak seekstrim itu. Tapi bayangkan jika Teknimos menyebarkan sekumpulan kubus mirip lego di lantai dan kumpulan itu bergerak lalu membentuk berbagai macam furnitur sesuai kebutuhan seperti kursi, meja dan sebagainya. Tentu tidak sebatas furnitur, penerapannya dapat jauh lebih luas.

Untuk mencapai ke tahap itu, gerakan kubus harus bisa lebih akurat dan harus ada komunikasi intensif antara satu kubus dengan lainnya. Ini nampaknya belum ada pada M-Blocks. Tidak hanya ukurannya yang perlu diperkecil, tiap kubus juga bisa ditambahkan fungsi spesial tertentu seperti kamera, baterai tambahan, lampu dan sebagainya.

Saat ini pembuatnya sedang membuat 100 kubus, yang masing-masing dapat bergerak ke berbagai arah dan mendesain algoritma yang memandu mereka.

Bukan yang Pertama

Sebelumnya, pembuat M-Blocks juga telah mengembangkan robot modular lain bernama Molecule. Tidak seperti M-Blocks, tiap modul pada Molecule terkait satu sama lain. Tiap modulnya memiliki banyak motor yang terpisah.

Algoritma yang dibutuhkan untuk menyusun Molecule bisa lebih sederhana. Namun implementasi pada tiap modulnya menjadi kompleks. M-Block dibuat untuk menghindari kerumitan ini, meski M-Block memiliki kestabilan posisi yang sama dengan Molecule.