IFixit, website yang dipercaya sebagai rujukan perbaikan dan pembongkaran barang elektronik, mempublikasikan daftar skor kemudahan tablet untuk diperbaiki.  Skor ini diukur dalam skala 1-10,  skor makin tinggi jika barang tersebut mudah untuk diperbaiki, jika sulit untuk diperbaiki, maka skornya akan kecil. Jika kita memiliki perangkat elektronik dengan skor tinggi, maka akan lebih mudah diperbaiki jika terjadi kerusakan atau pergantian komponen. Tentunya dapat menghemat ongkos untuk membayar teknisi.

Skor diukur berdasarkan pada tingkat kesulitan tablet dibuka, semakin kompleks dan sulit, maka skornya akan makin rendah. Kompleksitas untuk mengganti komponen, semisal baterai juga menyebabkan skor rendah. Poin akan tinggi jika tablet mudah di upgrade, dapat dibuka dengan peralatan yang sudah umum dan komponen didalamnya modular.

IFixit membandingkan skor 18 tablet yang sudah beredar saat ini. Dan seperti biasanya, jajaran tablet dari Apple, iPad menempati posisi bawah, hanya iPad generasi pertama yang mendapat skor relatif tinggi. iPad Mini dan iPad setelah generasi pertama mendapatkan skor rendah karena penggunaan lem dalam jumlah banyak untuk merekatkan antara kaca layar dengan casing alumuniumnya dan banyak terdapat sekrup yang tersembunyi. Penggunaan lem membuat kaca depannya rentan pecah ketika proses perbaikan. Hal ini membuat proses reparasi menjadi mahal dan sulit.

iPad Mini

iPad Mini

Dan ternyata masih ada yang lebih sulit diperbaiki lagi, yakni Microsoft Surface Pro. Menempati posisi paling bawah dengan skor hanya 1 poin. Seperti iPad, Surface Pro menggunakan banyak lem yang menyulitkan proses reparasi. Selain itu, ada resiko rusaknya kabel internal ketika proses perbaikan.  Device-device yang ada diurutan bawah ini mungkin memang tidak dirancang untuk diperbaiki. Dan sebenarnya tidak ada masalah jika komponen didalamnya cukup reliable, artinya bisa bertahan lama. Tapi tetap saja, jika terjadi kerusakan, perbaikan akan sulit dan mahal untuk dilakukan.

Posisi Atas diPegang Oleh Dell

Dell XPS 10, menempati posisi paling atas dengan skor 9. Artinya, tablet ini mudah untuk dibongkar dan diperbaiki. Dell XPS 10 dikatakan lebih mudah di buka komponennya dan baterai mudah dilepas. Selain itu, sekrup didalamnya juga dikodekan dalam bentuk warna dan kabel-kabel diberi label. Sedangkan Kindle Fire, Xoom, Galaxy Tab 2 dan Dell Streak menempati posisi dibawahnya dengan skor 8.

Dell XPS 10

Apakah data ini bisa dijadikan pertimbangan untuk membeli tablet? Mungkin tidak terlalu berpengaruh jika tablet tidak rusak dan teknimos bukan merupakan teknisi. Kecuali ingin membongkar sendiri atau jika ada kerusakan, ongkos perbaikan akan cenderung lebih mahal. Misalnya ketika kemampuan baterainya sudah menurun dan perlu diganti, usaha yang dilakukan untuk mengganti baterai akan lebih besar. Apalagi ketika beberapa produk memang tidak dirancang untuk diganti baterainya, karena di solder permanen dengan PCB.

Tapi demi fisik tablet yang makin kompak dan reliable, beberapa produsen memang membiarkan devicenya sulit untuk dibongkar. Ada alasan lain juga, yakni supaya pemilik  hanya membawa tabletnya  ke service center resmi ketika ada kerusakan.  Selama tablet itu tidak gampang rusak dan tersedia service center yang memuaskan, menurut Teknimo tidak masalah membeli tablet-tablet dengan skor yang rendah.

Jika teknimos ingin melihat lebih detail, dapat mengunjungi langsung laporan di website iFixit.