1cccae9456ca49d3f4201939c2ffbf06_largeBanyak project-project menarik yang bisa ditemukan di website seperti KickStarter, Teknimo sendiri beberapa kali membahas teknologi-teknologi baru yang dipublikasikan disana, misalnya seperti Ad Trap, Fuel Charger dan Printer 3D . Untuk yang belum tahu, Kickstarter adalah website crowd funding, yang membantu orang-orang yang memiliki produk atau proyek untuk mendapatkan dana pengembangan.

Proyeknya sendiri bermacam-macam, mulai dari seni, teknologi, film, game, dan sebagainya. Namun proyek yang teknimo bahas ini, bukan proyek biasa, yakni melibatkan rekayasa genetika dan biologi sintesis . Yaitu proyek pengembangan tanaman yang bisa menyala, glowing plants dan ini akan dijual untuk konsumen. Jika teknimos pernah menonton film Avatar yang di sutradarai oleh James Cameron, mungkin akan terbayang seperti apa tanaman yang menyala itu.

Memang rekayasa genetik seperti itu bukan hal yang asing dalam generasi kita, banyak tanaman untuk konsumen yang sudah mengalami rekayasa genetik. Pasti banyak teknimos yang pernah makan semangka tanpa biji atau padi dengan waktu tumbuh cepat. Namun rekayasa genetik yang di proyek ini benar-benar merubah sifat tanaman secara radikal. 

Mengapa Proyek Ini di Buat

Seperti yang kita tahu, energi yang dikonsumsi oleh kita banyak sekali yang tidak bisa diperbaharui, termasuk lampu sebagai sumber cahaya. Sering kita mendengar tentang menghemat energi dengan mematikan lampu ketika tidak dibutuhkan, lampu mengkonmsi listrik dan listrik banyak menghasilkan CO2 dalam proses pengadaannya.

Sedangkan kehidupan adalah sesuatu yang bisa diperbaharui, direproduksi tanpa menghasilkan emisi apapun.  Dengan memanfaatkan DNA yang ada di kunang-kunang, tanaman yang bisa menyala ini dibuat untuk bisa menggantikan penggunaan cahaya lampu.

503d80dcda680c743d3f43434153653b_large

Latar Belakang

Tanaman yang menyala ini sudah pernah ada pada tahun 1986, namun masih belum sempurna. Masih membutuhkan  bahan tambahan bernama luciferin untuk bisa menyala. Luciferin merupakan bahan yang membuat kunang-kunang bisa menyala. Pada tahun 1989, akhirnya gen yang memproduksi luciferin ini bisa di urutkan dari kunang-kunang. Membuatnya dapat diaplikasikan pada makhluk hidup lain, termasuk bakteri dan tanaman. Seiring majunya teknologi biology, produk rekayasa genetik ini bisa dijual untuk konsumen dan di awali melalui proyek ini.

Selain tanaman yang menyala, proyek ini juga termasuk membuat kerangka kerja dan aturan untuk membuat produk biologi sintetis. Kerangka kerja ini akan menyediakan panduan dan batasan bagi siapapun yang ingin membuat produknya sendiri. Termasuk juga rekomendasi proyek yang aman dan rekomendasi bagaimana proses yang benar. Kerangka kerja ini ditujukan untuk mempercepat proses perkembangan produk biologi sintetis. Terutama di era kolaborasi internet seperti saat ini.

Ini adalah video dari pembuatnya tentang proyek tanaman menyala :

Visinya memang bagus, namun masih membutuhkan langkah panjang untuk mencapainya.  Proyek ini masih membutuhkan banyak penyempurnaan dan belum siap untuk benar-benar menggantikan cahaya lampu, selain itu banyak isu lain yang belum ditangani, misalnya batasan-batasan ataupun legalitas. Namun ini baru saja dimulai.  Langkah ini bisa menjadi simbol energi yang terbarukan. Dan bisa menginpirasi ilmuan lainnya untuk menghasilkan produk biologi sintetis lain yang meningkatkan kualitas hidup manusia. Halaman proyek ini di kickstarter bisa teknimos akses disini.

Jika teknimos bisa membuat produk biologi sintetis sendiri,  apa yang ingin teknimos ciptakan?