Demi mengejar kesempurnaan layanan Google Maps-nya, minggu ini tim Google Maps berjalan menelusuri Grand Canyon  untuk mengambil gambar 360 derajat lokasi tersebut.  Gambar ini digunakan untuk layanan Street View-nya, yang terintegrasi dengan Google Maps. Seperti yang diketahui, Grand Canyon adalah tempat dimana tidak ada kendaraan yang bisa melintasinya. Untuk mengambil gambar, tim harus berjalan kaki dan menelusuri tiap sudut Grand Canyon.

Google biasanya menggunakan mobil, sepeda, troli  atau mobil salju yang dirancang khusus untuk mengambil gambar.  Namun untuk pertama kalinya, tim berada di tempat yang tidak bisa dilintasi kendaraan. Di hari pertama pengambilan gambar mereka menggunakan alat yang disebut Trekker.

“Jalur pegunungan yang sempit dan curam di Grand Canyon merupakan medan yang sempurna untuk sistem kamera terbaru kami”, tulis Ryan Falor, Product Manager Google Street View diblog resmi Google

Trekker dirancang untuk mengambil gambar di tempat sulit, yang hanya bisa diakses dengan jalan kaki. Trekker berbentuk seperti tas punggung dengan tambahan kamera  di atasnya.  Trekker dikendalikan oleh ponsel Android dan secara otomatis mengambil gambar saat penggunanya berjalan.

Hasil dari pengambilan gambar akan tersedia di Google Maps secepatnya, membuat pengguna Google Maps bisa menelesuri sudut-sudut Grand Canyon melalui komputer atau perangkat mobile-nya.

Tidak hanya Grand Canyon, dengan layanan ini pengguna Google Maps juga bisa menelusuri gambar panorama dari jalan-jalan di dunia. Bahkan tidak hanya jalan. Baru-baru ini Google menambahkan tempat-tempat seperti Amazon, kampus perguruan tinggi, hingga Antartika.

 Video Trekker bisa dilihat disini :