twitter-netrepublic-frTwitter merupakan social network yang menonjolkan sifat keterbukaan. Twitter mengusung konsep yang membuat penggunanya bisa bergabung dengan percakapan yang berskala global. Satu informasi bisa menyebar dan diakses oleh siapa saja dengan cepat. Teknimos mungkin ingat dengan tokoh publik yang nge-tweet tulisan yang menarik atau mungkin kontroversial, lalu tulisan tersebut seperti menyebar di seluruh internet. Semua orang bahkan yang tidak memiliki akun Twitter pun menjadi tahu.

Namun Twitter mungkin nantinya tidak hanya mempublikasikan tweet publik. Beberapa minggu terakhir, tim pengembang Twitter sedang melakukan testing fitur DM (direct message) yang baru. Dengan sistem direct message baru, Teknimos bisa mengirim pesan DM ke pengguna yang belum Teknimos follow. Sistem ini baru tersedia untuk pengguna dalam jumlah terbatas.

Namun, visi Twitter tentang DM tidak berhenti sampai di sini. Seperti yang dilaporkan oleh All ThingsD, ada indikasi nantinya Twitter akan membuat aplikasi pesan instan yang berdiri sendiri. Aplikasi ini tentunya memungkinkan teknimos untuk mengirim pesan ke orang lain. Fungsinya akan mirip seperti Whatsapp, LINE atau Facebook Messenger, namun dengan label “Twitter”.

Dalam dua tahun terakhir, aplikasi pesan instan menjadi makin populae. Biaya yang lebih murah dan lebih canggih dari SMS menjadi daya tarik utama. Teknimos bisa melihat gencarnya promosi yang dilakukan oleh penyedia layanan pesan instan, baik di televisi atau media lainnya. Perusahaan besar seperti Facebook dan Google juga memiliki aplikasinya sendiri.

twitter-icon

Belum diketahui secara pasti apa rencana Twitter berkaitan dengan instan messaging ini. Tetapi saat ini twitter sedang serius mempertimbangkan semua kemungkinan. Melakukan benchmark dengan aplikasi lainnya, menyebar survey, dan melakukan pertemuan dengan pengembang aplikasi pesan instan lain.

Meski saat ini pasar untuk  pesan instan cukup banyak, namun ‘pemain’-nya pun cukup banyak. Masing-masing mempunyai karakteristik sendiri, dan pengguna hanya akan memilih sebagian kecil pesan instant yang dirasa cocok atau yang paling populer. Resource smartphone yang terbatas membuat pengguna tidak ingin menginstal terlalu banyak aplikasi  sejenis.

Sedikit agak terlambat jika Twitter ingin memasuki area pesan instan. Namun dengan lebih dari 200 juta pengguna, potensi untuk mengembangkan aplikasi ini cukup besar. Jika Twitter sudah meluncurkan aplikasi pesan instan, apa Teknimos akan menggunakannya?